AAAAAAA!!,, I’m a color blind!!,,

11 Jul

Berawal dari sebuah cita-cita..

Menjadi sesosok guru Biologi..

Karena merasa senang dan merasa sedikit berbakat dengan pelajaran itu dikala sma.

Syarat untuk masuk ke Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan MIPA:

–          Membawa surat keterangan bebas buta warna

Hmm, gue bersemangat, mengajak salah seorang teman yang juga mau daftar untuk ke puskesmas (supaya lebih irit) untuk mendapatkan salah satu persyaratan itu..

Ngeng ngeng ngeeeeeeeeng……………

Akhirnya kami sampai juga.. sesampainya disana…

Jeng jeeeng,,,

Gak ada apa-apa kok, biasa aja, seperti puskesmas pada umumnya dan sedang cukup sepi untuk ukuran pusat kesehatan masyarakat..

Kami berdua melangkahkan kaki ke poli mata.. pertama di suruh liat angka yang besar kecil gitu, ya sudah saya ikut saja, walaupun tujuan saya bukan untuk itu, tapi untuk buat surat keterangan bebas buta warna, tiada yang lain.

Akhirnya, sampai pada prosesi utama.. cek and ricek..

Pake buku yang gue juga gak tau apa judulnya, lalu dibukalah halaman pertama, gue disuruh nyebutin angka yang gue liat,

hmm, gampang beud kalau Cuma gituan mah.. lalu gue sebutin angka dengan penuh keyakinan..

dah ternyata,, Yeah,, gue benar>:D

Tapi yang tukang buka buku biasa aja mukanya,. Lanjut, dia membuka lembar selanjutnya..

Tapi bukunya kayaknya agak ngawur nih, gue harus mikir dulu,

Ini angka apa ya?

Karena gak boleh jawab lama-lama, ya gue nebak aja, yang agak mirip dengan angka apa, boleh dong gue nebak, daripada pas.

Ketika mendengar jawaban gue, wajah mbak itu terlihat agak cemas, yah, apa lagi gue dong, gue cemas gila,, lalu dia memberikan kesempatan untuk melihat halaman-halaman selanjutnya..

cukup sadis, ya, itu buku yang sadis, lalu si mbak seperti putus asa dan mulai menanyakan apa yang ditunjukkannya padaku pada teman yang kuajak, dan ternyata,,

Amazing,..

Dia jawab benar semuaaaaaaa, enteng banget kayaknya, lalu dengan agak ragu temanku itu bertanya,

“Dak keliatan ke San?”

Lalu gue, mencoba berkilah, masih mencoba berharap pada setitik harapan, berharap ada sebuah keajaiban.,.,

“Oh, coba bukunya agak jauhan dikit mbak”, sambil menjauhkan buku itu dari pandangan, siapa tau kalau agak lebih berjarak, angkanya bisa keliatan, atau bisa terbentuk angka dari titik-titik warna itu.

Tapi ternyata, sma aja kalee, “itu nggak ngaruh dek” kata mbaknya…

Aduh.Perasaan gue. kayak es teler

banyak campurannya.. Sumpe.Galau.Banget.

Ada bapak yang ngurus foto yang tadi ku serahkan, beliau juga memperhatikan kami, seraya mengambil foto ku untuk dikembalikan.. dan berkata “wah, biasanya anak perempuan jarang..”,

“memangnya suratnya buat apa,” tanya petugas lain.

“buat daftar kuliah..” jawabku dengan sisa perasaan yang ada..

Lalu mbak itu memberikanku wejangan, “ya sudah, pilih yang tidak perlu surat keterangan buta warna saja, kan masih banyak..”

Aku hanya mengangguk-angguk lemas.

Ya, orang-orang disana juga sepertinya agak turut berbela sungkawa, dan teman ku yang satu itu juga telah menampilkan ekspresi wajah yang cukup tepat untukku saat itu..

Lalu kami melangkahkan kaki untuk pulang ke sekolah, karena kami hanya izin keluar untuk membuat surat itu, kami pulang dengan tangan kosong. Aku pulang dengan tangan kosong karena memang tidak berhak mendapatkan surat itu, sedangkan temanku lupa membawa foto dan ia berkata akan kembali lagi nanti. Sedangkan aku, aku tidak ingin kembali kesana lagi!,, agak troma.

Ngeng ngeng ngeeeeeeng…………

Akhirnya kami sampai kembali ke sekolah tercinta. Aku masih ingat, setelah memarkirkan motorku di dekat mushola, giliran aku yang memberikan wejangan kepada temanku untuk tidak memberi tahukan perihal diriku kepada teman-teman yang lain. Dan benar saja, dia memang teman yang baik.. tidak ada teman dikelasku yang tahu tentang hal ini (setau saya sih),sampai aku sendiri yang membongkarnya disini🙂, terimakasih teman, kau lakukan yang aku inginkan waktu itu..

Aku suruh dia tak usah beritahukan kepada siapapun tentang itu, karena aku malu dan merasa aneh.. aku tidak ingin dianggap aneh oleh teman-teman. Intinya, gue malu kalau mereka tau, gue buta warna. Kala itu, ini terasa seperti suatu Aib. Ckckck

Ketika dikelas, ada beberapa teman yang tau kalau keluar tadi untuk buat surat bebas buta warna (aaaargh, ternyata aku  tidak bebas). Aku berdo’a dengan khusyuk di dalam hati, semoga tidak ada yang bertanya tentang itu.. Tapi, DEG.

Ada yang nanya cin,

Gue gagap,.

Tapi, yess,, berhasil mengalihkan pembicaraan tanpa harus menjawab. Yes, yes, yes.

Setelah sekolah, pulang ke rumah, gue nangis. Dan gak jelas juga sih , kenapa pake ritual nangis segala.

Tapi, gue pengen menuntut Tuhan, kenapa guee begitu,..

Gue juga pengen protes ke orang tua. Inikan masalah genetik. Berarti dari mereka dong.

Gue juga kesal dengan yang buat buku totol-totol warna warni itu,, grrrr, siapasih yang buat buku ituu,,huH !

Gue juga heran, padahal waktu pelajaran elektronika di smp gue gak bodo-bodo amat bedain warna pada resistor.

Aaaaaaa!!,, I’m a blind colour!!,,

Ulangi dengan lebih keras. AAAAAAAAA, aku seorang buta warnaaaaAAA!!

##

Gue ingin menghibur diri. Buka google dan ketik ‘buta warna’. Ya, terhibur, karena om gugel bilang,

kamu gak sendirian..

Perlahan mulai tenang.. membuang keinginan untuk masuk pendidikan biologi.

Dan ternyata, memang Allah telah pilihkan untuk masuk ke tempat yang lebih baik untukku.

Lalu,

Mohon ampun dengan yang punya mata, karena mata ini memang bukan punya gue.

Mohon maaf ke ortu, karena ini bukan kemauan orang tua yang keliatan juga agak merasa sedih liat anaknya kecewa (padahal murni, ini bukan sebuah kesalahan).

Ini hanya soal persepsi. Tentang standar kenormalan.

Jika awalnya gue malu, tapi sekarang gue bangga..

Karena tidak banyak perempuan yang punya mata special seperti ini.. Horee🙂

Ini jelas menunjukkan bahwa memang manusia tidak berdaya, bahkan terhadap apa yang ada padanya,

apalagi yang ada pada diri orang lain..

Ada Dzat Maha Kuasa yang mengaturnya

Siapapun, marilah kita belajar bersyukur atas apa yang Allah berikan,

karena sungguh, Allah Maha Penyayang kepada Makhluk-Nya..

karena sungguh, nikmat yang Ia berikan tak kan pernah dikalahkan oleh ujiannya..

karena Sungguh, tiadalah dunia ini hanya tempat persinggahan sementara.. dan

Allah, sesuai prasangka hamba-Nya

Segala yang terjadi telah dituliskan di Lauh Mahfudz..

Tugas kita adalah memilih untuk melakukan yang baik,

mencari hikmah dan manfaat disetiap kejadian,

Karena tidak ada sesuatupun yang Allah ciptakan dengan sia-sia.

Ya Allah, jika malu diketahui mata yang buta warna,

karena merasa malu dengan manusia..

Bagaimana dengan hati yang buta?

mengapa sangat krisis rasa malu kepada Allah.. ?

Salam Pelangi

el_shafwalillah

04.12.2011

11.19

silahkan berikan komentar / tanggapan..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Orang yang Terasing

Islam, Ahlussunnah,asing,manhaj,ibnujafar86,terasing,pengembara

3WD's Blog

If we want a different life, don't be afraid to make a different decision.

SMS

Suara Media Sejahtera

Berjuang Pantang Menyerah

Just another WordPress.com weblog

Ma'had Utsman Bin Affan - JAKARTA

Program Bahasa arab & Studi Islam

Cococokie's Jar

What cookie can you find in this jar?

The works of Wiryanto Dewobroto

as structural engineer, lecturer and writer

mentaridicelahsabit

The soul would have no rainbow, if the eyes had no tears. (an Indian aphorism)

Zona CahayaMata

Berpikir... Berkarya...Menapaki Jejak Kehidupan dalam Wacana....Saya harus tulis isi kepala saya. Kalau tidak, hanya akan memenuhi kepala tanpa jadi apa apa...

Puisi adalah Hidupku

Tulisan Merupakan Gambaran Hati

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d blogger menyukai ini: