Hidup ini bagai lampu dinding,.

9 Feb

Hidup ini bagai lampu dinding..

Yang dinyalakan di malam hari..

Apabila minyak sudah kering..

Ia kan pasti padam sendiri

Demikian hidup manusia

Selama hidup di dunia ini

Bila dah cukup umur usia

Putuslah hubungan di sana sini..

___kutipan lagu,.

 

Kapankah saat dahsyat itu datang?

Betapapun sakitnya rasa dicabut nyawa dari jasad itu..

Itu telah jadi jatah semua manusia

 

Hidup ini begitu indah rasanya

Kisah hidupku pun begitu indah untuk dikenang

Saat saat yang dahsyat itu datang,

Aku tak mau terkejut karenanya.

Bagaimana akan ku bayar semua urusanku yang belum selesai ?

Bagaimana akan ku tepati semua janji yang belum ku tepati?

Bagaimana akan ku kabarkan pesan yang belum sempat ku sampaikan?

Saat yang dahsyat itu datang,

Bagaimana akan ku ceritakan pada orang yang ku sayang, tentang persisnya rasa kematian?

Agar mereka dapat lebih siap daripada aku yang telah terlanjur ini.

Saat dahsyat itu datang,

Bagaimana lagi cara aku untuk meminta maaf kepada ayah dan bunda, saat nyawaku telah sampai kerongkongan?

Karena baru aku sadar banyak dosa yang ku lakukan pada mereka.

Saat dahsyat itu datang,

Bagaimana aku dapat meraih Al Quran itu lagi untuk ku baca?

Karena aku baru tersadar, tak cukup bekal bacaan qur’an ku untuk menghadap kepada Rabb yang telah sampai perintahnya padaku untuk membaca, mempelajari, mengamalkan, dan mengajarkan isi Al Qur’an yang mulia..

Saat yang dahsyat itu datang,

Bagaimana lagi aku dapat mengembalikan barang-barang dan hak orang lain yang masih ada ku simpan baik dengan sadar atau yg telah ku lupakan?

Karena saat itu aku baru tersadar, aku takkan lagi bisa berjumpa untuk mengembalikan haknya yang masih ada padaku. Yang selama ini ku entengkan untuk tidak disegerakan.

Saat dahsyat itu datang,

Bagaimana aku dapat memutar waktu kembali,? Untuk membulatkan keyakinanku tentang kematian, jauh disaat aku masih diberikan kesempatan untuk hidup?

Karena saat ajal itu datang, segala penyesalan tentang waktu yang sia-sia sudah tak berguna lagi.

Saat yang dahsyat itu datang,

Bagaimana aku bisa memeluk erat ibu dan ayahku dengan penuh cinta kasih dan ketulusan yang mendalam?

Karena baru tersadar selama ini, ada dua ‘malaikat’ yang sering ku sia-siakan.

Saat yang dahsyat itu terjadi,

Bagaimana aku akan meminta maaf dan keikhlasan pada orang –orang yang pernah ku sakiti dan ku bersikap buruk padanya?

Sedang aku baru tersadar bahwa dunia memang benar-benar tak ada apa-apanya. Baru tersadar di saat sudah tak ada guna segala penyesalan.. na’udzubillahi min dzalik..

silahkan berikan komentar / tanggapan..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Orang yang Terasing

Islam, Ahlussunnah,asing,manhaj,ibnujafar86,terasing,pengembara

3WD's Blog

If we want a different life, don't be afraid to make a different decision.

SMS

Suara Media Sejahtera

Berjuang Pantang Menyerah

Just another WordPress.com weblog

Ma'had Utsman Bin Affan - JAKARTA

Program Bahasa arab & Studi Islam

Cococokie's Jar

What cookie can you find in this jar?

The works of Wiryanto Dewobroto

as structural engineer, lecturer and writer

mentaridicelahsabit

The soul would have no rainbow, if the eyes had no tears. (an Indian aphorism)

Zona CahayaMata

Berpikir... Berkarya...Menapaki Jejak Kehidupan dalam Wacana....Saya harus tulis isi kepala saya. Kalau tidak, hanya akan memenuhi kepala tanpa jadi apa apa...

Puisi adalah Hidupku

Tulisan Merupakan Gambaran Hati

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d blogger menyukai ini: